A. Pengertian
Pembelajaran yang Efektif dan Menyenangkan
Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar
mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik,
namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman
yang baik, kecerdasan, ketekunan, kesempatan dan mutu serta dapat memberikan
perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka.
Pembelajaran efektif juga akan melatih dan menanamkan sikap
demokratis bagi siswa dan juga dapat menciptakan suasana pembelajaran yang
menyenangkan sehingga memberikan kreatifitas siswa untuk mampu belajar dengan
potensi yang sudah mereka miliki yaitu dengan memberikan kebebasan dalam
melaksanakan pembelajaran dengan cara belajarnya sendiri.
Salah satu hal yang harus dikedepankan dalam menciptakan
suasana belajar yang menyenangkan adalah menyertakan partisipasi siswa di dalam
kelaS.Selain untuk membangun komunikasi dengan siswa, pengajar juga dapat
mengetahui apa yang menjadi kebutuhan bagi para siswa. Jika situasi ini tak
terbangun, bisa jadi siswa akan merasa canggung berbicara dengan guru dan
komunikasi tidak akan berjalan baik. Akibatnya, pengajar juga akan mengalami
kesulitan untuk mengetahui apa yang menjadi keinginan siswa.
B. Tujuan
Menejemen Kelas Efektif
Manajemen yang efektif memiliki dua tujuan utama (Santrock,
2014):
1. Membantu
siswa menghabiskan lebih banyak waktu di belajar dan mengarahkan kegiatan yang
tidak sesuai tujuan pembelajaran. Manajemen kelas efektif akan
membantu Anda memaksimalkan waktu pembelajaran Anda pembelajaran dan waktu
belajar siswa Anda.
2. Mencegah
siswa mengembangkan masalah akademik dan emosional siswa. Ruang kelas dikelola
dengan baik tidak hanya mendorong pembelajaran bermakna tetapi juga membantu
mencegah masalah akademis dan emosional yang berkembang (Bloom, 2009; Martinez,
2009).
Ruang kelas dikelola dengan baik siswa tetap sibuk dengan
tugas-tugas aktif, tepat dan menantang, kegiatan siswa membuat termotivasi
untuk belajar, dan menetapkan aturan-aturan yang jelas dan pelajar harus
mematuhi peraturan. Di kelas tersebut, siswa lebih kecil kemungkinannya untuk
mengembangkan masalah akademis dan emosional. Sebaliknya, di ruang kelas
dikelola dengan buruk, masalah siswa akademis dan emosional lebih cenderung
menjadi berkembang. Siswa tidak punya motivasi akademis
C. Pembelajaran
Efektif dan Menyenangkan
1. Pembelajaran
yang Efektif
Mulyana (2004) Efektifitas adalah adanya kesesuaian antara
orang yang melakukantugas dengan sasaran yang dituju.Efektifitas berkaiatan
denganterlaksananya semua tugas pokok, tercapainya tujuan, ketepatan waktu,dan
adanya partisipasi aktif dari anggota. Siswa dapat belajar dengan baik
dalam suasana yang wajar, tanpa tekanan dalam kondisi yang merangsang untuk
belajar. Madri M. dan Rosmawati mengatakan bahwa terjadinya proses
pembelajaran itu ditandai dengan dua hal yaitu :
a. Siswa
menunjukkan keaktifan, seperti tampak dalam jumlah curahan waktunya untuk
melaksanakan tugas ajar
b. terjadi perubahan perilaku yang
selaras dengan tujuan pengajaran yang diharapkan.
c. Untuk menciptakan suasana
yang dapat menumbuhkan gairah belajar, maka diperlukan pengorganisasian kelas
yang memadai. Dalam hal ini akan diuraikan beberapa suasana yang efektif
dalam pelaksanaan proses pembelajaran:
1) Suasana
Belajar yang Menyenangkan
2) Suasana
Bebas
3) Pemilihan
Media Pengajaran dan Metode yang Sesuai
2. Suasana
yang menyenangkan
a. Buat
suasana ruangan yang berbeda
Posisi duduk siswa di sekolah kebanyakan sama, yaitu guru di
depan dan kursi siswa disusun berjajar membentuk persegi. Metode ini dikaji
sebagai metode yang tidak efektif, karena proses belajar terjadi hanya satu
arah (guru menyampaikan dan murid mendengarkan). Agar suasana kelas lebih
menyenangkan, cobalah susun ulang ruang kelas seperti posisi meja dan kursi yang
melingkar. Jadi posisi guru berada di tengah-tengah dan siswa dapat melihat
guru dengan lebih baik.
b. Perbanyak
interaksi dengan memancing ide anak
Full attention atau perhatian penuh juga bisa
didapatkan dari memancing pendapat, diskusi atau debat argumen antara murid dan
guru. Memang tidak semua anak bisa dengan leluasa mengeluarkan ide mereka.
sebagai guru, di sinilah peran Guru untuk percaya pada kemampuan masing-masing
anak dan pacu mereka untuk berani berpendapat, serta menghargai apapun yang
mereka ungkapkan. Cara ini dapat melatih anak untuk belajar mendengarkan orang
lain, keberanian untuk berbicara dan lebih terbuka pada perbedaan pendapat. Hal
ini sangat penting untuk mereka karena akan menjadi bekal saat berinteraksi
dengan orang lain, baik itu dengan teman, guru, orang tua atau masyarakat pada
umumnya.
c. Manfaatkan
teknologi
Penggunaan teknologi dapat membantu guru menciptakan suasana
aktif dan segar di dalam kelas. Gunakan laptop, internet dan proyektor untuk
mengubah materi pelajaran text book ke dalam audio visual
d. Berikan
perhatian yang sama pada semua anak
Terkadang guru akan lebih cenderung memerhatikan murid yang
pintar dan aktif di kelas. Anak yang diam saja di kelas biasanya akan kesulitan
untuk mendapatkan kesempatan untuk menuangkan ide ataupun mengaktualisasikan
dirinya di kelas. Maka sering dikatakan untuk menjadi anak yang “paling” di
kelas, baik itu paling pintar, paling suka telat, paling cantik, paling nakal,
dan sebagainya. Karena dengan menjadi yang “paling” barulah anak akan
diperhatikan oleh guru. Sebagai seorang guru, sebenarnya sudah menjadi tugasnya
untuk menemukan benih-benih unggul yang ada di dalam diri masing-masing anak.
Percayalah bahwa setiap anak mempunyai talenta dan potensinya yang berbeda-beda.
Dengan begitu, setiap anak akan merasa memiliki kesempatan untuk membuktikan
dirinya serta membuat kelas menjadi lebih hidup dan menyenangkan.
D. Menciptakan
Pembelajaran Yang Efektif Dan Menyenangkan Bagi Siswa
a. Kondisi
Belajar yang Efektif
Guru sebagai pembimbing diharapkan mampu menciptakan kondisi
yang strategi yang dapat membuat peserta didik nyaman dalam mengikuti proses
pembelajaran tersebut. Dalam menciptakan kondisi yang baik, hendaknya guru
memperhatikan dua hal: pertama, kondisi internal merupakan kondisi yang ada
pada diri siswa itu sendiri, misalnya kesehatan, keamanannya, ketentramannya,
dan sebagainya. Kedua, kondisi eksternal yaitu kondisi yang ada di luar pribadi
manusia, umpamanya kebersihan rumah, penerangan serta keadaan lingkungan fisik
yang lain.
Untuk dapat belajar yang efektif diperlukan lingkungan fisik
yang baik dan teratur, misalnya ruang belajar harus bersih, tidak ada bau-bauan
yang dapat mengganggu konsentrasi belajar, ruangan cukup terang, tidak gelap
dan tidak mengganggu mata, sarana yang diperlukan dalam belajar yang cukup atau
lengkap. Dalam mewujudkan kondisi pembelajaran yang efektif, maka perlu
dilakukan langkah-langkah berikut ini:
b. Melibatkan
Siswa secara Aktif
Aktivitas belajar siswa dapat digolongkan ke dalam beberapa
hal, antara lain:
a. Aktivitas
visual, seperti membaca, menulis, melakukan eksprimen.
b. Aktivitas
lisan, seperti bercerita, tanya jawab.
c. Aktivitas mendengarkan,
seperti mendengarkan penjelasan guru, mendengarkan pengarahan guru.
d. Aktivitas
gerak, seperti melakukan praktek di tempat praktek.
e. Aktivitas
menulis, seperti mengarang, membuat surat, membuat karya tulis.
Aktivitas kegiatan pembelajaran siswa di kelas hendaknya
lebih banyak melibatkan siswa, atau lebih memperhatikan aktivitas siswa.
Berikut ini cara meningkatkan keterlibatan siswa :
a. Tingkatkan partisifasi siswa dalam
kegiatan pembelajaran dengan cara menggunakan berbagai teknik mengajar.
b. Berikanlah materi pelajaran yang
jelas dan tepat sesuai dengan tujuan pembelajaran.
c. Usahakan agar
pembelajaran lebih menarik minat siswa. Untuk itu guru harus mengetahui minat
siswa dan mengaitkannya dengan bahan pembelajaran.
c. Menarik Minat
dan Perhatian Siswa
Kondisi pembelajaran yang efektif adalah adanya minat dan
perhatian siswa dalam belajar. Minat merupakan suatu sifat yang relatif menetap
pada diri seseorang. Minat ini besar sekali pengaruhnya terhadap belajar, sebab
dengan minat seseorang akan melakukan sesuatu yang diminatinya. Sebaliknya
tanpa minat seseorang tidak mungkin melakukan sesuatu. Keterlibatan siswa dalam
pembelajaran erat kaitannya dengan sifat, bakat dan kecerdasan siswa.
Pembelajaran yang dapat menyesuaikan sifat, bakat dan kecerdasan siswa
merupakan pembelajaran yang diminati.
d. Membangkitkan
Motivasi Siswa
Motif adalah semacam daya yang terdapat dalam diri seseorang
yang dapat mendorongnya untuk melakukan sesuatu. Sedang motivasi adalah suatu
proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk
memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. Tugas guru adalah bagaimana
membangkitkan motivasi siswa sehingga ia mau belajar. Berikut ini beberapa cara
bagaimana membangkitkan motivasi siswa :
1) Guru
berusaha menciptakan persaingan diantara siswanya untuk meningkatkan prestasi
belajarnya
2) Pada awal kegiatan pembelajaran, guru
hendaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada siswa tentang tujuan yang akan
dicapai dalam pembelajaran tersebut, sehingga siswa terpancing untuk ikut serta
didalam mencapai tujuan tersebut.
3) Guru berusaha mendorong
siswa dalam belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.
4) Guru hendaknya banyak
memberikan kesempatan kepada siswa untuk meraih sukses dengan usahanya sendiri
5) Guru selalu
berusaha menarik minat belajar siswa.
6) Sering-seringlah
memberikan tugas dan memberikan nilai seobyektif mungkin.
7) Memberikan
pelayanan individu Siswa
8) Perlunya keterampilan guru
di dalam memberikan variasi pembelajaran agar dapat diserap oleh semua siswa
dalam berbagai tingkatan kemampuan, dan disini pulalah perlu adanya pelayanan
individu siswa.
9) Memberikan pelayanan
individual siswa bukanlah semata-mata ditujuan kepada siswa secara perorangan
saja, melainkan dapat juga ditujukan kepada sekelompok siswa dalam satu kelas
tertentu. Sistem pembelajaran individual atau privat, belakangan ini memang
cukup marak dilakukan melalui les-les privat atau melalui lembaga-lembaga
pendidikan yang memang khusus memberikan pelayanan yang bersifat individual.
e. Menyiapkan
dan Menggunakan berbagai Media dalam Pembelejaran
Alat peraga/media pembelajaran adalah alat-alat yang
digunakan guru ketika mengajar untuk membantu memperjelas materi pelajaran yang
disampaikan kepada siswa dan mencegah terjadinya verbalisme pada diri siswa.
Pembelajaran yang efektif harus mulai dengan pengalaman langsung yang yang
dibantu dengan sejumlah alat peraga dengan memperhatikan dari segi nilai dan
manfaat alat peraga tersebut dalam membantu menyukseskan proses pembelajaran di
kelas.
Di dalam menyiapkan dan menggunakan media atau alat peraga,
ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, sebagai berikut :
1) Alat peraga yang digunakan
hendaknya dapat memperbesar perhatian siswa terhadap materi pelajaran yang
diasjikan
2) Alat peraga yang
dipilih hendaknya sesuai dengan kematangan dan pengalaman siswa serta
perbedaan individual dalam kelompok
3) Alat yang dipilih
hendaknya tepat, memadai dan mudah digunakan.
DAFTAR PUSTAKA
E. Mulyasa. 2004. Manajemen Berbasis Sekolah.
Bandung : Remaja Rosda Karya
Materinya sangat bermanfaat semoga bisa diterapkan di lapangan nanti
BalasHapusTindakan yang kreatif yang bagaimanakah yang dapat di lakukan guru supaya tercipta pbm yang menyenangkan
BalasHapusMaterinya lengkap sekali, terima kasih
BalasHapusBermanfaat sekali....terima kasih pak materinya...
BalasHapusSangat bermanfat
BalasHapusMaterinya sangat bagus ya
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusMateri nya bagus dan sangat bermanfaat
BalasHapusSangat betmafaat
BalasHapusBagus
BalasHapusMaterinya sangat bermanfaat
BalasHapusBagus materinya..
BalasHapusSangat membantu dan bagus materinya
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusTerima kasih buat smua komentarnya
BalasHapus