A.
Tindakan Preventif
Tindakan
pencegahan adalah tindakan yang dilakukan sebelum munculnya tingkah laku yang
menyimpang yang mengganggu kondisi optimal berlangsungnya pembelajaran.
Keberhasilan dalam tindakan pencegahan merupakan salah satu indikator
keberhasilan manajemen kelas. Konsekuensinya adalah guru dalam menentukan
langkah-langkah dalam rangka manajemen kelas harus merupakan langkah yang
efektif dan efisien untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Adapun
langkah-langkah pencegahannya (Maman Rahman : 1998)
sebagai
berikut :
a.
Peningkatan Kesadaran Diri Sebagai Guru
Langkah
peningkatan kesadaran diri sebagai guru merupakan langkah yang strategis dan
mendasar, karena dengan dimilikinya kesadaran ini akan meningkatkan rasa
tanggung jawab dan rasa memiliki yang merupakan modal dasar bagi guru dalam
melaksanakan tugasnya. Implikasi adanya kesadaran diri sebagai guru akan tampak
pada sikap guru yang demokratis, sikap yang stabil, kepribadian yang harmonis
dan berwibawa. Penampakan sikap seperti itu akan menumbuhkan respon dan tanggapan
positif dari peserta didik.
b.
Peningkatan Kesadaran Peserta Didik
Interaksi
positif antara guru dan
peserta
didik dalam proses pembelajaran terjadi apabila dua kesadaran (kesadaran guru
dan peserta didik) bertemu. Kurangnya kesadaran peserta didik akan menumbuhkan
sikap suka marah, mudah tersinggung, yang pada gilirannya memungkinkan peserta
didik melakukan tindakan-tindakan yang kurang terpuji yang dapat mengganggu
kondisi optimal dalam rangka pembelajaran. Untuk meningkatkan kesadaran peserta
didik, maka kepada mereka perlu melaksanakan hal-hal tersebut :
(1)
memberitahukan akan hak dan kewajibannya sebagai peserta didik.
(2)
memperhatikan kebutuhan, keinginan dan dorongan para peserta didik.
(3)
menciptakan suasana saling pengertian.
c.
Sikap Polos Dan Tulus Dari Guru
Guru
hendaknya bersikap polos dan tulus terhadap peserta didik. Sikap ini mengandung
makna bahwa guru dalam segala tindakannya tidak boleh berpura-pura bersikap dan
bertindak apa adanya. Sikap dan tindak laku seperti itu sangat mempengaruhi
lingkungan belajar, karena tingkah laku, cara menyikapi dan tindakan guru
merupakan stimulus yang akan direspon atau diberikan reaksi oleh peserta didik.
Kalau
stimuli itu positif maka respon atau reaksi yang akan muncul adalah negatif.
Sikap hangat, terbuka, mau mendengarkan harapan atau keluhan para siswa,akrab
dengan guru akan membukakemungkinan terjadi interaksi dan komunikasi wajar
antara guru dan peserta didik.
d.
Mengenal Dan Mngenal Alternatif Pengelolaan
Untuk
mengenal dan menemukan alternatif pengelolaan, langkah ini menuntut guru :
(1)
melakukan tindakan identifikasi berbagai penyimpangan tingkah laku peserta
didik baik individual maupun kelompok. Penyimpangan perilaku peserta didik baik
individual maupun kelompok tersebut termasuk penyimpangan yang disengaja
dilakukan peserta didik yang hanya sekedar untuk menarik perhatian guru atau
teman-temannya.
(2)
mengenal berbagai pendekatan dalam manajemen kelas. Guru hendaknya berusaha
menggunakan pendekatan manajemen yang dianggap tepat untuk mengatasi suatu
situuasi atau menggantinya guru lainnya yang gagal atau berhasil sehingga
dirinya memiliki alternatif yang bervariasi dalam menangani berbagai manajemen
kelas.
e.
Menciptakan Kontrak Sosial Penciptaan kontrak sosial pada dasarnya berkaitan
dengan “standar tingkah laku” yang diharapkan seraya memberi gambaran tentang
fasilitas beserta keterbatasannya dalam memenuhi
kebutuhan
peserta didik. Pemenuhan kebutuhan tersebut sifatnya individual maupun kelompok
dan memenuhi tuntutan dan kebutuhan sekolah. Standar tingkah laku ini dibentuk
melalui kontrak sosial antara sekolah/guru dan peserta didik norma atau nilai
yang turunnya dari atas dan tidak dari bawah, jadi sepihak, maka akan terjadi
bahwa norma itu kurang dihormati dan ditaati.
Oleh
sebab itu, dalam rangka mengelola kelas norma berupa kontrak sosial (tata
tertib) dengan sangsinya yang mengatur kehidupan didalam kelas, perumusannya
harus dibicarakan atau disetujui oleh guru dan peserta didik. Kebiasaan yang
terjadi dewasa ini bahwa aturan-aturan sebagai standar tingkah laku berasal
dari atas (sekolah/guru). Para peserta didik dalam hal ini hanya menerima saja
apa yang ada. Mereka tidak memiliki pilihan lain untuk menolaknya.
Konsekuensinya terhadap kondisi demikian memungkinkan timbulnya persoalan-
persoalan dalam pengelolaan kelas karena pesertan didik tidak merasa turut
membuat serta memiliki peraturan sekolah yang sudah ada tersebut. Saling
menghormati dan keterbukaan antara guru dan peserta didik.
B.
Tindakan Kuratif
Kegiatan
yang bersifat penyembuhan mengikuti langkah sebagai berikut :
a.
Mengidentifikasi masalah
Pada langkah ini, guru mengenal atau mengetahui
masalah-masalah pengelolaan kelas yang timbul dalam kelas. Berdasar masalah
tersebut guru mengidentifikasi jenis penyimpangan sekaligus mengetahui latar
belakang yang membuat peserta didik melakukan penyimpangan tersebut.
b.
Menganalisis masalah
Pada
langkah ini, guru menganalisis penyimpangan peserta didik dan menyimpulkan
latar belakang yang membuat peserta didik melakukan penyimpangan tersebut.
c.
Menilai alternatif-alternatif pemecahan
Pada
langkah ini guru menilai dan memilih alternatif pemecahan masalah yang dianggap
tepat dalam menanggulangi masalah.
d.
Mendapatkan balikan
Pada
langkah ini guru melaksanakan monitoring, dengan maksud menilai keampuhan
pelaksanaan dari alternatif pemecahan yang dipilih untuk mencapai sasaran yang
sesuai dengan yang direncanakan. Kegiatan kilas balik ini dapat dilaksanankan
dengan diadakan pertemuan dengan para peserta didik. Maksud pertemuan perlu
dijelaskan
oleh guru sehingga peserta didik mengetahui serta menyadari bahwa pertemuan
diusahakan dengan penuh ketulusan, semata-mata untuk perbaikan, baik untuk
peserta didik maupun sekolah.
Daftar
Pustaka
Tutut
Sholihah. 2008. Strategi Pembelajaran Yang Efektif, Jakarta: Citra Grafika
Desain.
Djamarah
dan Aswan Zain.2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Renika Cipta.
Materinya sangat bermanfaat semoga bisa diterapkan di lapangan nanti
BalasHapusTindakan kreatif yang bagaimanakah dapat dilakukan guru ketika menghadapi kenakalan yang di lakukan oleh siswa
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfat
BalasHapusMaterinya sangat membantu
BalasHapusSangat membatu dan bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat nantinya diterapkan ketika menjadi seorang guru.
BalasHapusSangat bermafaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusMaterinya sangat bermanfaat
BalasHapusMaterinya lengkap
BalasHapusSangat membantu sekali..
BalasHapusBagus banget materinya
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusTerima kasih buat smua komentarnya
BalasHapus